You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 07 Oktober 2010

Suprapto



Panggilan akrabnya Prapto, lahir di Lampung Tengah 1 Oktober 1978. pada tahun 2004 menikah dengan Imtikhanah. dan sekarang telah dikaruniai tiga orang anak (Adzka Meisa Tazkia, Shafira Lathifatu Tazkia, dan Ahmad Zaki Ramadhan).  Tugas kepenyuluhan diampu berdasarkan SK sebagai penyuluh pada tahun 2007 dan ditempatkan di Kecamatan Mantrijeron, sebagai penyuluh Ahli Pertama. 
Pada tahun 2016, setelah mengampu jabatan sebagai penyuluh Muda, ditugaskan ditempat baru yaitu di Kecamatan Gondokusuman.
Adapun tempat yang ditinggali saat ini adalah di Jl. Gurami No. 260 B Nitikan RT 52 RW 13 Umbulharjo Yogyakarta. Selengkapnya...

Read more...

Suhartanto

Suhartanto lahir di Yogyakarta 9 Mei 1972. Pernikahannya dengan Tri Yuliani telah dikaruniai seorang anak dan sekarang tinggal di Langenanjan Kulon 19 Yogyakarta. Sejak diangkat menjadi penyuluh fungsional pada tahun 2010, sekarang ini menjalankan tugas penyuluhan di kecamatan Gedongtengen.

Selengkapnya...

Read more...

Agus Tri Harjo Purnomo

Panggilan akrabnya Agus, lahir di Yogyakarta 27 Agustus 1970. Pernikahannya dengan Witin Sulistyorini S.Ag ini telah dikaruniai tiga orang anak dan tinggal di Perumahan Sokowetan Asri A1 RT 03 Plumbon Banguntapan Bantul. diangkat menjadi penyuluh fungsional pada tahun 2009, sejak menerima SK  diterjunkan di Kementerian Agama Kota Yogyakarta di Seksi Penamas, karena banyak diperlukan tenaganya di Seksi Penamas. Pada tahun 2016 di pindah tugaskan di Kecamatan Kotagede bersama bapak Kusmanto, S. Ag. Selengkapnya...

Read more...

Rabu, 06 Oktober 2010

Muchrimah


Panggilan akrabnya Imah lahir di Banyumas 18 Maret 1972. Pernikahannya dengan Wintolo, S.Ag telah dikaruniai dua orang anak. Aktif menjadi penyuluh fungsional sejak 1 Januari 2009 dan mengampu tugas kepenyuluhan di Kecamatan Kotagede. Sekarang ini, ia tinggal di Tuntungan UH III No. 1072 Yogyakarta.
Selengkapnya...

Read more...

Siti Daimah

Panggilan akrabnya Daim, lahir di Boyolali 10 Juli 1972. Istri dari Drs. Haryanto, M.Pd yang telah dikarunia dua orang putra ini sebelum menjadi penyuluh fungsional pada 1 Januari 2009 telah melakukan pengabdian di Penyuluh Agama Honorer. Sekarang ini, ia tinggal di Jumeneng Lor, Sumber Adi, Mlati, Sleman dan memperkuat pasukan penyuluh fungsional di Kecamatan Jetis Selengkapnya...

Read more...

Mohammad Da'i


Mohammad Da’i lahir di Yogyakarta 25 Juli 1974. Suami dari Siti Murdiyati ini sekarang telah dikaruniai tiga orang anak. Ia sangat bersyukur, karena pengabdiannya sebagai Penyuluh Agama Honorer yang dijalaninya selama hampir sepuluh tahun akhirnya dapat bergabung menjadi penyuluh fungsional pada tahun 2009. Sekarang ini, ia menjadi salah satu pasukan penyuluh fungsional di kecamatan Danurejan. Sebagai tenaga fungsional, ia berharap dapat “Bersatu dan bersama dalam jalan dakwah”.
Selengkapnya...

Read more...

Samsul Ma'arif

Samsul Ma’arif lahir di Temanggung, 08 Maret 1980. Sarjana Ushuluddin Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga ini bergabung di Penyuluh Fungsional Yogyakarta melalui rekruitmen regular tahun 2008. Sekarang, suami dari Helliyah yang menjadi staf pengajar di Perguruan Budi Mulia Dua ini mengampu penyuluhan di kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta  BApak ber putra 2 ini sekarang tinggal di Jalan Kaliurang Km 9 , Tepatnya Dusun Kadirejo RT 05 RW 26 Jaban Sinduharjo Ngaglik Sleman. Ia berharap dapat menjadi Pegawai yang jujur dan penyuluh profesional. Bagi yang seneng sahing informasi dapat mengunjungi blognya di: http://samsulpenyuluhjogja.blogspot.com Selengkapnya...

Read more...

Senin, 04 Oktober 2010

Siti Chadamiyatul Jannah


Penyuluh yang panggilan akrabnya Yu Siti ini lahir di Yogyakarta, 11 Desember 1966. Pertama kali ia diterjunkan untuk menangani kegiatan penyuluhan di kecamatan Tegalrejo. Tetapi, mulai tahun 2009, ia diberi job baru kegiatan penyuluhan di kecacatan Jetis. Ini artinya, ia kembali pulang kampung - karena Jetis (Badran) adalah tempat ia mengabiskan masa kanak-kanak sampai remajanya). Ia sangat bersyukur setelah melalui perjalanan panjang sebagai Penyuluh Agama Honorer akhirnya dapat bergabung menjadi Penyuluh Fungsional. Karena itu, ia sangat apresiatif terhadap kawan-kawannya yang sekarang sudah melalui proses pemberkasan agar dapat sabar menunggu saatnya mendapat SK dan tetap semangat melakukan penyuluhan. Pernikahannya dengan Faizin – yang kadang dengan setia mengantarkannya ke tempat tugas ini telah dikaruniai dua orang putra.
Selengkapnya...

Read more...

Nanang Suryana

Suryana lahir di Tasikmalaya, 03 Februari 1974, panggilan akrabnya Nanang. Kesempatan menjadi Penyuluh Fungsional telah diperjuangkannya dengan tetap mengabdi di Masjid Al Mujahidin Blunyahrejo sampai sekarang. Istrinya bernama  Meilina Noor Wahidah. Dari pernikahannya sekarang ini telah dikaruniai seorang putra bernama Fahri Ahmad Asfandiar. Saat ini bertugas di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta. Sedangkan tempat tinggal/domisilinya di Blunyahrejo TR II/933 Kelurahan Karangwaru Kecamatn Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Penyuluh  ini memiliki obsesi untuk selalu dapat membantu orang yang membutuhkan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridla Allah SWT, Kerja keras, Ikhlas, Mardlotillah. Ia punya prinsip hidup. “Jangan jadi beban orang lain!”
Selengkapnya...

Read more...

Janti Ristiani

Janti Ristiani lahir di Yogyakarta, 22 Januari 1973. Karirnya sebagai Penyuluh Fungsional juga telah dimulai melalui Penyuluh Agama Honorer. Karena itu, keberhasilan karirnya hingga dapat bergabung menjadi Penyuluh Fungsional dianggapnya sebagai bagian dari kesungguhannya melakukan pengabdian di kelompok pengajiannya, sekaligus memberi support spirit bagi suaminya yang juga Penyuluh Fungsional, Kusmanto S.Ag. Pernikahannya dengan sekretaris Kelompok Kerja Penyuluh Kota ini dikaruniai seorang putri, Nuha Ahnaf Ulin. Sekarang ia tinggal di Nitikan Umbulharjo.

Selengkapnya...

Read more...

Karmin

Pria kelahiran Magelang 06 Mei 1969 ini selalu berpenampilan khas, berbaju koko ala ustadz tulen. Dialah Karmin S.Ag yang bergabung di penyuluh fungsional Kota Yogyakarta mulai Oktober 2006. Buah pernikahannya dengan Susilawati telah dikarunia empat putra, yaitu; Maryam Nurhajiddah (Alya’), Halimah Salsabila (Ilma), Syarifatul Hajiddah (Syafa)dan Muhammad Ubaidillah. Sekarang ini, tenaganya terkonsentrasi memback up kegiatan penyuluhan di kecamatan Mergangsan. Dia berharap penyuluh ke depan dapat lebih baik dari saat ini. Selengkapnya...

Read more...

Sabtu, 02 Oktober 2010

Fahrur Rozi

Fahrur Rozi lahir di Riau 8 Maret 1980. Setelah mendapatkan sarjana dari IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga rupanya merasa enjoy tetap tinggal di Yogyakarta, sampai akhirnya berkesempatan masuk dalam barisan Penyuluh Agama Fungsional di Kota Yogyakarta. Sekarang ini, suami dari Wiwik Muslimatun yang telah dikaruniai dua orang putra mengampu wilayah kerja di kecamatan Gondomanan. Dia berharap bahwa penyuluhan ke depan dapat semakin baik dan kian tertata sistemnya. Semoga.


Selengkapnya...

Read more...

Kusmanto

Nama lengkapnya Kusmanto Khusnan, lahir di Yogyakarta 19 Desember 1969. Sekarang ini tinggal di Nitikan UH VI/410 RT 40 RW 10 Yogyakarta. Suami dari Janti Ristiani ini sekarang mengomandani kepenyuluhan di wilayah kerja kecamatan Umbulharjo. Pak Kus, demikian panggil akrabnya, sekarang ini menjadi penjaga gawang urusan keadministrasian (sebagai carik) di Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam dan Ketua RW di wilayah NitikanKota Yogyakarta. Ayah dari Ahnaf Ulin Nuha Putri ini memiliki obsesi agar “Penyuluh harus dapat menjadi pencerah umat”.

Selengkapnya...

Read more...

Jumat, 01 Oktober 2010

Nur Ahmad

Tahun 2007 merupakan anugerah agung bagi pria kelahiran Sleman 1 Juli 1971 ini, yaitu mendapat amanat menjadi Penyuluh Agama Islam Teladan tingkat provinsi DIY. Sebagai hadiah atas prestasinya itu, istri dari Sri Suparni S.Pd ini berhak menikmati kendaraan plat merah Honda Revo. Konsentrasi kegiatan penyuluhan ayah dari dua orang anak, Fatimah Nurul Azizah dan Ahmad Rasyid Ridha ini adalah di wilayah kecamatan Ngampilan. Penyuluh yang bertempat tinggal di Gundengan Margorejo Tempel Sleman ini memiliki obsesi, “Menjadi kebutuhan umat dalam berperan menegakkan agama Islam di muka bumi”.

Selengkapnya...

Read more...

Sutarjo

Penyuluh yang lahir di Gunungkidul, 11 Mei 1965 ini setiap hari harus turun-naik dari Ngoro-oro Patuk Gunungkidul ke tempat wilayah kegiatannya, Kecamatan Kotagedhe. Tetapi pria yang lanyah melantunkan berbagai lagu hit dari campur sari, dangdut, pop dan lain-lain ini tidak pernah mengeluh. “Kerja adalah ibadah, karena itu tidak ada alasan untuk mengeluh – sekalipun setiap hari harus menempuh perjalanan 20-an kilo meter dari rumahnya ke tempat binaannya. Suami dari pengacara Purnatiningsih, SH ini selalu tampil kalem tetapi tegas dalam memegang prinsip. Selengkapnya...

Read more...

Rita Maisaroh

Rita Maisaroh adalah salah satu qari’ah andalan Kota Yogyakarta. Tugas utamanya di Kecamatan Mantrijeron. Istri dari Yaisyul Havid ini sekarang mengampu penyuluhan di kecamatan Mantrijeron. Ibu dari dua anak, Havri Ahsanul Fu’ad dan Havri Yumna Labiba ini lahir di Kulonprogo, 21 Januari 1969. Semangat dedikasinya yang tinggi, melahirkan obsesi agar “penyuluh seharusnya dapat memberikan pemahaman agama kepada masyarakat, memiliki wawasan yang luas dan lebih sejahtera”.

Selengkapnya...

Read more...

Muhammad Mahlani, S.Ag., M.Pd.

M. Mahlani lahir di Purworejo, 25 April 1967. Bergabung di barisan Penyuluh Fungsional Kota Yogyakarta mulai Maret 2007, setelah selama tujuh tahun sebelumnya memulai karir sebagai tenaga fungsional di Kabupaten Gunungkidul. Pernikahannya dengan Alina Fiftiyani Nurjannah, telah diberi amanat seorang putri, Arina Niha Hayatina. Magister Pendidikannya diperoleh dari Pascasarjana Universitas Sarjanawiyata Yogyakarta. Penjaga dapur Warta Penyuluh Jogja ini  aktif juga di lembaga pemberdayaan masyarakat, yaitu Bimasena Training Center Yogyakarta dan Yayasan Kesejahteraan Umat (YKU) Yogyakarta yang bergerak di bidang pelayanan sosial, pendidikan dan dakwah. Ketua Umum FKPAI Kota Yogyakarta ini berobsesi bahwa Penyuluh Agama Islam adalah profesi yang sarat tantangan dan peluang. Sebagai profesi yang relatif baru, sekarang ini PAI dituntut dapat berkarya secara produktif, baik dari segi sosial, intelektual, personal, maupun organisasional. Dengan karya itu, maka penyuluh akan memiliki keunggulan komparatif dan kompetetif. Dan dengan keunggulan itu, maka penyuluh akan menjadi profesi yang berdaya saing tinggi.  Selengkapnya...

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP